RAPUH

Bismillah…

Rapuh…
Keterseokan membawaku pada kenyataan, bahwa aku lemah tak mampu berjalan karena tak punya penopang

Rapuh…
Kehinaan keterciptaanku membuat aku tak mampu sekedar mendongakkan wajah, tak berani meminta, wajah memelas yang ku tampakkan bukan berarti akan mendapat belas kasihan.

Rapuh…
Sungging senyum yang ku tampakkan menyimpan sejuta kepedihan, karena keterpurukan. Aku merasa redupan sinaran, mataharipun hanya mampu menyinari siangku, namun cahaya bulan tak jua menerangi malamku.

Rapuh…
Tanya pada dinding hatiku belum terjawab, karena pena itu terlalu jauh untuk ku gapai, bagaimana bisa tangan ini menggorteskan keinginan???

Rapuh…
Keterlanjuran cinta insan menoreh lahan subur hingga bersemai dengan kerindangan, tak terbendung, runtuh pertahananku hingga aku menulis namamu di bilik hatiku
Read more…

Advertisements

Cinta dan Jodoh

Seminggu yang lalu, saya disuguhi tontonan menarik dalam acara Kick Andy, acara yang masuk dafar tayangan terfavorit versi Nay dan wajib hukumnya untuk ditonton. Kali itu tema yang diangkat mengenai ‘kesempurnaan cinta’. Terharu banget..sampai pengen nangis. Memang kita tak bisa menduga pasangan seperti apa yang akan mendampingi kita. Apakah pasangan kita saat ini akan bertahan mendampingi kita untuk selamanya atau tidak? Manusia hanya bisa berencana dan berusaha..tetapi tetap keputusan ada ditangan ALLAH. Begitupun dengan kisah kasih kakak kos saya. Bukan mengenai kesediaan menerima kekurangan fisik pasangan hidup, tetapi perjalanan waktu menemukan jodoh yang sesuai.

Sudah berjalan 2 tahun, kakak kos saya merajut kasih dengan teman sekantornya. Hingga pada suatu hari, sang pria diajak temannya untuk mengikuti kajian-kajian keislaman. Keputusan sang pria berhijrah untuk lebih mengenal islam berimbas pada berakhirnya hubungan dengan kakak kos. Ingin menjaga hati katanya. Selang beberapa waktu kemudian, kakak kos saya juga mulai mengikuti jejak sang mantan. Masing-masing mereka mulai tenggelam dalam aktivitas pengenalan islam, pembentukan karakter islami..aktivitas menuju jalan ALLAH..semoga tetap istiqomah

Read more…

Suara hati sang lelaki – Mr. M.J

Pagi-pagi saya sudah dikagetkan oleh suara handphone yang berdering…tertulis ‘MJ is calling.. .’ MJ adalah suami dari teman saya yang sudah saya anggap sebagai kakak sendiri. Percakapan dimulai dengan ngalor ngidul dan akhirnya sampai pada suatu topik..membahas permintaan isterinya.

MJ : Mbakmu pengen rumah, dek…ngelihad kakaknya mau ambil perumahan di daerah utara dia jadi pengen

Nay : Ya udah, dibeliin tho..

MJ : Yah, mana aku ada uang…tau sendiri gajiku kecil, buwat makan aja nge-pres

Nay : Bilang ke istrimu beli rumahnya ditunda, belum ada uang

MJ : Isteriku pengennya tinggal sendiri, ga mau nyampur sama orang tua lagi. Makanya kekeuh minta beli rumah.

Nay : Ngontrak rumah aja, kan bakal pisah tuh ma orangtua.

MJ : Dia ga mau, pokoknya pengennya rumah milik sendiri

Nay : Kalau begitu coba dikasi pengertian..kamu yang paling tahu karakter isterimu, pasti kamu juga tahu cara meluluhkan hati isteri sendiri.

Percakapan pagi yang aneh bin ga jelas….sudah berapa kali ia curhat atas ketidakpahamannya akan sosok wanita yang kini menjadi isterinya..serba salah…wanita oh wanita..apa yang kau mau..begitulah katanya

Read more…

Senandung airmata

Untuk kesekian kali dia menumpahkan segala isi hatinya

Dan untuk kesekian kali pula linangan air mata mengukir sebuah cerita

Tak tahu harus berbuat apa, dan saya hanya terpekur.. memperhatikan mimik wajahnya dan mendengar senandung air mata-nya..gurat senyum penuh luka, jerit hati yang tak terbaca…Tak tahukah sobat, saya rindu senyummu.

Andaikan saya bisa mengobati pilu di dada..tapi sayang, saya hanya sanggup menghapus air mata yang menetes di pipinya. Yang dia butuh hanya satu kata ‘ikhlas’

Read more…

Takkan ada asap bila tak ada api…

Coretan kedua dibulan April ini akan saya mulai dengan sepenggal kisah sedih di hari libur. Loh, liburan kok malah sedih?? Beberapa hari yang lalu, saya menghubungi seorang teman yang sudah saya anggap seperti adek sendiri karena status-status di FBnya yang bernada sedih. Ketika saya tanyakan tentang kondisinya, dengan nada manja khas anak ragil dia pun berkeluh kesah. Sedang kesal, jengkel dan uring-uringan rupanya anak ini atas suatu peristiwa yang baru saja dialaminya.…kesal dengan teman pria jaman SMU yang tanpa diduga memeluknya erat dan hampir menciumnya sewaktu berlibur ke pantai….berbagai makian terhadap pria berkelakuan minus itu pun ia lontarkan.  Saya juga jadi ikutan kesal mendengarnya, kesal kenapa teman saya mau diajak kemana pun tanpa tujuan yang jelas, kesal karena kenapa hanya ada kau dan dia saja..padahal jelas-jelas nanti yang ketiga adalah setan..setan yang dapat berupa apapun termasuk nafsu…(kesal kok saya ga diajak 🙂 ?!*???!!!)

Hal ini mengingatkan saya pada kejadian masa lalu, dimana saya pernah mendapat perlakuan yang tidak sepantasnya dilakukan oleh seorang saudara kepada saya. Syok, tentu saja..bahkan imbasnya kira-kira 1 minggu saya tidak berani melihat makhluk bernama pria..trauma ceritanya (hadooh, separah itukah? tapi sekalian latihan ghodul bashor kan de’)

Read more…

Simplicity is beautiful

Kemarin, saya didaulat menjadi guide bagi teman kuliah saya yang ingin menjelajahi kota Solo Berseri. Menyenangkan, karena selain dapat membahagiakan teman-teman, sayapun dapat merehatkan pikiran yang sudah lama terfokus pada ujian akhir. Saat memasuki pusat perbelanjaan, aneka busana, jilbab, tas, sepatu dan asesoris bergelantungan menyilaukan mata..sungguh, hal ini membuat mata saya begitu liar mengamati, jantung saya kembang kempis dan pikiran saya mulai mengkalkulasi, ..saya terdiagnosa menderita penyakit ‘LAPAR MATA kronis eksaserbasi akut’

Heran, padahal dulu saya seorang anak yang manis, ga boros dan ga neko-neko..(ah Nay, terlalu narsis 🙂 ). Tapi sekarang…Mungkin karena lingkungan pergaulan yang menggerus nilai-nilai itu.  Gara-gara penyakit kronis ini, hasrat saya sering tak terbendung. Pokoknya jangan sampai out of date.  Alhasil, pengeluaran tiap bulan pun membengkak..istilah gaulnya ‘besar pasak daripada tiang’..besar pengeluaran untuk belanja daripada pendapatan hasil minta-minta dari orangtua.

Read more…

Laporan pada Yang Tersayang

Disuatu siang, selepas praktikum…saya dan teman-teman berencana makan siang bersama. Kami mengeluarkan bekal masing-masing. Memang kebiasaan kami membawa bekal makan siang bila jadwal kuliah padat..Sungguh nikmatnya kebersamaan ini. Berbeda dengan teman-teman saya yang membawa bekal karena alasan menjaga kebersihan, saya membawa bekal dengan alasan penghematan. Maklum anak kos :)… Jadi seiring langkah kaki menuju kampus, saya sempatkan beli makanan di warung dekat kos. Lontong sayur, menu makanan yang selalu saya incar..hehe.. aneh, bukannya lontong sayur tu buat sarapan. Biarin..yang penting kenyang :). Kali ini saya tak akan berbicara tentang lontong sayur, tetapi akan bercerita mengenai kejadian sewaktu makan siang itu.

Tumben-tumbennya kali itu saya sempatkan mengamati gerak-gerik salah seorang teman saya, padahal biasanya tanpa ba bi bu saya segera melahap bekal makan siang yang sudah saya bawa. Tuh kan, kelihatan kalau tidak peduli dengan sekitar :). Saya melihatnya…cara dia berdoa…berdoa menurut keyakinannya tentunya, sama seperti saya yang berdo’a sesuai dengan apa yang diajarkan ibu saya. Dia begitu tenang dan khusyu’ dalam berdo’a..padahal keseharian dia adalah cewek yang grusa grusu..doanya pun tak bisa dikatakan sebentar…Hal yang jarang saya temui. Hanya untuk sekedar makan, apa perlu doa selama itu? pikir saya

Read more…