Bismillah…

Rapuh…
Keterseokan membawaku pada kenyataan, bahwa aku lemah tak mampu berjalan karena tak punya penopang

Rapuh…
Kehinaan keterciptaanku membuat aku tak mampu sekedar mendongakkan wajah, tak berani meminta, wajah memelas yang ku tampakkan bukan berarti akan mendapat belas kasihan.

Rapuh…
Sungging senyum yang ku tampakkan menyimpan sejuta kepedihan, karena keterpurukan. Aku merasa redupan sinaran, mataharipun hanya mampu menyinari siangku, namun cahaya bulan tak jua menerangi malamku.

Rapuh…
Tanya pada dinding hatiku belum terjawab, karena pena itu terlalu jauh untuk ku gapai, bagaimana bisa tangan ini menggorteskan keinginan???

Rapuh…
Keterlanjuran cinta insan menoreh lahan subur hingga bersemai dengan kerindangan, tak terbendung, runtuh pertahananku hingga aku menulis namamu di bilik hatiku

Rapuh…
Balutan ini terlalu perih tersiram air iman, namun harus ku tahan, lambat laun akan menjadi kebutuhan

Rapuh…
Karena aku insan lemah, maka ilmu sebagai wasilah menuju kebaikan. Syari’at yang teracuhkan mulai ku rangkai dan menitinya sambil berdamai, berdamai dengan hati, berdamai dengan jasad, berdamai dengan ruhi, berdamai dengan Penciptaku

Rapuh…
Tersadar akan kerapuhan membuatku belajar tegar, kembali menata puing-puing penghargaan atas diri ini karena keberanianku melukis warna pelangi di dinding hati

Rapuh…
Belajar menjadi bijak, terpelihara setiap jengkal jasad, memberi porsi lebih pada Pemilik Hati

Rapuh…
Cukuplah kerapuhan ini tersimpan dan tercurahkan saat tangisan di malam syahdu berkhalwat dengaMu

Rapuh…
Tak apalah kerapuhan menyemat pada diriku. Allah Maha Tahu pada siapa seharusnya ku baringkan dengan ikhlas kerapuhanku

Rapuh…
Walau dalam kesedihan menyandang kerapuhan, tak ada sesal, karena kerapuhan membuatkubangkit dari pijakan kelemahan, merajut setiap semangat menjadi kekuatan

Kini…bukan rapuh yang ku tampakkan, namun kebersahajaan dalam ketawadu’an

Note : akhwatifillah…rapuh bagian dari hidup, tersematkan, namun jangan biarkan beribu pasang mata melihat kerapuhan kita. Cukup Allah yang menjadi curahan setiap rapuh hidup kita. Tampillah dengan senyum dan yakinkan bahwa kita kuat dalam kebersahajaan, kesederhanaan dan penghargaan menjadi bagian yang harus kita jaga.

Sumber : http://www.facebook.com/notes/renungan-n-kisah-inspiratif/-r-a-p-u-h-/421099771041

Advertisement