Seminggu yang lalu, saya disuguhi tontonan menarik dalam acara Kick Andy, acara yang masuk dafar tayangan terfavorit versi Nay dan wajib hukumnya untuk ditonton. Kali itu tema yang diangkat mengenai ‘kesempurnaan cinta’. Terharu banget..sampai pengen nangis. Memang kita tak bisa menduga pasangan seperti apa yang akan mendampingi kita. Apakah pasangan kita saat ini akan bertahan mendampingi kita untuk selamanya atau tidak? Manusia hanya bisa berencana dan berusaha..tetapi tetap keputusan ada ditangan ALLAH. Begitupun dengan kisah kasih kakak kos saya. Bukan mengenai kesediaan menerima kekurangan fisik pasangan hidup, tetapi perjalanan waktu menemukan jodoh yang sesuai.

Sudah berjalan 2 tahun, kakak kos saya merajut kasih dengan teman sekantornya. Hingga pada suatu hari, sang pria diajak temannya untuk mengikuti kajian-kajian keislaman. Keputusan sang pria berhijrah untuk lebih mengenal islam berimbas pada berakhirnya hubungan dengan kakak kos. Ingin menjaga hati katanya. Selang beberapa waktu kemudian, kakak kos saya juga mulai mengikuti jejak sang mantan. Masing-masing mereka mulai tenggelam dalam aktivitas pengenalan islam, pembentukan karakter islami..aktivitas menuju jalan ALLAH..semoga tetap istiqomah

Hubungan mereka tetap terjalin baik, mungkin tidak lagi menjadi sepasang kekasih..tetapi sepasang sahabat yang saling mengingatkan. Saya tidak tahu pasti apakah benar rasa itu telah berubah, setelah perjalanan yang cukup lama mereka bersama. Yang saya tahu bahwa kakak kos masih menaruh harap pada sang pria pujaan hati belahan jantung.

Tepat dihari ulang tahun kakak kos, sang pria memberikan sebuah kado special. Satu bundel puisi hasil karyanya yang dijilid rapih. Yah, sekumpulan puisi cinta. Entah cinta itu ditujukan untuk siapa. Kakak lantas menunjukkan pada saya. Bait demi bait saya baca, lembar demi lembar saya buka. Jujur, saya sangat awam dalam bidang kesusastraan. Memaknai puisi pun jarang berhasil..makanya saya kurang suka berpuisi ataupun membaca puisi. Tetapi ketika saya membaca puisi-puisinya, sangat menyentuh hati, sarat akan makna. Saya saja dibuat klepek-klepek..apalagi kakak kos. (Lah gimana si dek, tadi katanya ga bisa memaknai, tapi kok tersentuh..gak konsisten ih :mrgreen: ).

Sesaat saya rada kesal juga dengan pria tersebut. Maunya apa sih. Kenapa dia membuai angan-angan kakak saya, angan-angan untuk hidup bersama. Dikala kakak sudah mempunyai niatan menikah, dan sang pria sendiri pun sudah siap menikah..mengapa tak dilamar saja kakak saya. Yee, adek, kayak beli kerupuk aja. tinggal ambil langsung bayar..ga se-simple itu de. :)

Logika berfikir saya, mereka pernah menjalis asa bersama, lalu memutuskan untuk berpisah. Perpisahan yang didasarkan atas kecintaan pada ALLAH, sehingga tak mau mengotori hati dengan nafsu. Tetapi ketika mereka sudah sehaluan, sefaham, satu misi dan tujuan bukannya seharusnya lebih mudah lagi untuk menuju ke jenjang pernikahan. Tinggal bilang..Aku mencintaimu karena ALLAH..Andaikan waktu itu lagu ARMADA sudah dirilis, pasti saya akan berkoar-koar didepan mereka ‘Mau dibawa kemana hubungan kita..jika kau terus menunda-nunda dan tak pernah nyatakan cinta’

Saat itu kakak telah berumur 26 tahun, dia bercerita tentang keinginannya menikah. Kata teman saya, wanita yang memasuki usia ke-24 akan mulai memikirkan tentang pasangan hidup dan pernikahan. Apa benar seperti itu? Kalau memang seperti itu adanya, kakak sudah mikir lama dong..tapi ga juga ah, perasaan sejak tingkat 2 saya sudah memikirkan tentang konsep pernikahan..hehe.

Ketika sifat usil saya menyerang, saya mencoba menjadi mak comblang ala grasa-grusu, meminta ikhwan sejati sebelah kos untuk menanyakan siapa temannya yang sudah siap menikah. Anyway, saya menyebutnya ikhwan sejati karena setiap berpapasan dengan saya, dia menundukkan pandangan (tapi kok dengan wanita lain dia mau melihat ya???). Konsep ikhwan sejati yang aneh.. Balik lagi ke cerita..aksi perjodohan menjadi gagal total karena kebodohan saya. Akhirnya,dengan bantuan sang murrobi, kakak kos saya mendapatkan seorang suami, yang sreg dihatinya..yang empat empatnya masuk (agama, kekayaan, keturunan dan rupa) yang insyaALLAH dapat membimbingnya untuk menggapai kebahagiaan dunia akherat. Alhamdulillah..jadi ikut seneng. Teori logika saya berhasil dipatahkan. Dan jodoh kakak bukanlah sang mantan..wah kalah taruhan saya.

Mungkin kali ini lirik ARMADA yang tepat adalah ’….ku tak akan terus jalani tanpa ada ikatan pasti antara kau dan aku’

Dan benar-benar jodoh memang tak bisa ditebak..dan tak bisa menggunakan teori logika Nay (2005)

Seperti halnya kisah ibu saya, ketika pihak calon suaminya (cinta mati-nya ibu waktu itu) sedang memperhitungkan tanggal pernikahan, di sisi lain, kakek malah membatalkan sepihak dan menerima lamaran orang lain yang notabene adalah ayah saya. Apa yang dahulu ada dibenak kakek? Padahal kakek sama sekali belum mengenal ayah. Apa yang akan terjadi seandainya ibu tidak menuruti kemauan kakek? Pastinya takkan ada saya…makhluk manis berdarah campuran solo-kediri (haiyah, narsisnya kumat). Dan kenapa ayah langsung yakin bahwa ibu adalah jodohnya hanya sebatas dari foto saja. Wallahu A’lam…

Jodoh merupakan salah satu rahasia ILLAHI, yang telah disampaikan kepada kita ketika dihembuskannya ruh..setelah 120 hari dalam rahim sang bunda. Sayang, seiring tergerusnya waktu manusia dibuat lupa..termasuk janji untuk bertauhid. Coba seandainya saja bisa ingat.

Jadi mikir siapa nanti yang akhirnya menjadi pendamping saya, saya yakin ALLAH akan memberikan yang terbaik untuk saya. Dan yang saya tahu dan menjadi pegangan saya bahwa konsep jodoh dari ALLAH adalah seperti yang tertulis dalam QS. An-Nuur : 26

Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula),…..

Sebelum menutup pintu, saya mau request jodoh dulu ke ALLAH..”Ya Rabb..saya minta yang itu yah..” (Jiahh..doa yang aneh..atau sedikit memaksa?)

Semangad berusaha untuk menjadi manusia yang lebih baik..