RAPUH
Bismillah…
Rapuh…
Keterseokan membawaku pada kenyataan, bahwa aku lemah tak mampu berjalan karena tak punya penopang
Rapuh…
Kehinaan keterciptaanku membuat aku tak mampu sekedar mendongakkan wajah, tak berani meminta, wajah memelas yang ku tampakkan bukan berarti akan mendapat belas kasihan.
Rapuh…
Sungging senyum yang ku tampakkan menyimpan sejuta kepedihan, karena keterpurukan. Aku merasa redupan sinaran, mataharipun hanya mampu menyinari siangku, namun cahaya bulan tak jua menerangi malamku.
Rapuh…
Tanya pada dinding hatiku belum terjawab, karena pena itu terlalu jauh untuk ku gapai, bagaimana bisa tangan ini menggorteskan keinginan???
Rapuh…
Keterlanjuran cinta insan menoreh lahan subur hingga bersemai dengan kerindangan, tak terbendung, runtuh pertahananku hingga aku menulis namamu di bilik hatiku
Read more…